Senin, 14 Januari 2013

(Sastra Indonesia) Puisi

Seribu Tawa
Ada seribu tawa menyelimutiku
Mereka berseringai menyudutkanku
Membuatku terpuruk
Menuntunku untuk terjatuh
Berat rasanya untuk bangkit
Terasa seperti ribuan batu kokoh
melompat ke pundakku
Tak ada yang membopongku
Tak ada yang menolongku
Sungguh nasib tiada berpihak adil
Membuat ratapanku keluar
Dan meledakkan kepalaku karenanya

Tentram
Alunan awan di langit malam
Berlomba untuk menyongsong keabadian
Bergerak perlahan
Seolah menari cantik
layaknya kupu-kupu terbang
menari diiringi oleh angin
bergerak gemulai, lembut menuju mata angin
sangat damai dan menelaah sanubari
dan kedamaian itu merasukiku
menuntunku menuju ketentraman

Tidak ada komentar:

Posting Komentar